• Jumat, 18 Mei 2012
Usai Final Piala Indonesia 2010

Meski Kalah, Aremania Tetap Ramah

Aryo Yusri Atmaja - Timlo.net
Senin, 2 Agustus 2010 | 11:54 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Aryo
Aksi Aremania ketika mendukung tim kesayangannya Arema Indonesia dalam final Piala Indonesia 2010 tadi malam, Arema tetap tertib meski timnya kalah dari Sriwijaya FC.

Solo – Pendukung fanatik Arema Indonesia Malang atau yang seringkali dikenal dengan Aremania harus kecewa melihat tim kesayangannya takluk dari Sriwijaya FC di final Piala Indonesia, Minggu (1/8) malam tadi. Kekalahan 2-1 dari Sriwijaya telah memupuskan harapan sekian puluh ribu Aremania yang jauh-jauh datang langsung dari kota Malang ke Solo untuk menyaksikan Arema merengkuh trofi juara. Namun yang mereka lihat adalah para pemain Arema berjalan gontai dan harus puas duduk di peringkat kedua.

Suasana sepanjang pertandingan berjalan luar biasa ketatnya, potensi-potensi memicu terjadinya kericuhan di kalangan suporter seringkali terjadi di segala sudut tribun Manahan tadi malam. Batu-batu dan botol air mineral beterbangan dan menghujam ke arah lapangan, sesekali aparat polisi menenangkan situasi bahkan harus naik ke tribun untuk mencegah kerawanan kerusuhan penonton.

Aremania sesekali melemparkan benda apa saja ke dalam lapangan karena tersulut emosi kepada keputusan, keputusan wasit yang kontroversi. Aremania yang kecewa dengan wasit Jimmy Napitupulu dengan penuh emosinya melempar botol air mineral hingga ke arah bangku pemain cadangan Sriwijaya FC dan perangkat pertandingan ketika laga harus berhenti sekitar satu jam.

Meski demikian, hingga wasit menyudahi pertandingan dan Sriwijaya dipastikan meraih gelar juara, Aremania tidak melakukan tindakan anarkis sebagai bentuk kekecewaan, mereka justru meninggalkan Stadion dengan tertib, meski diwarnai dengan membakar kertas ataupun sampah di tribun.

         

Berita Terkait

Komentar

  1. fonnie

    padahal cm bakar2 sampah dan spanduk,
    ada yg bilang aremania membakar stadion.
    T,T

  2. kind

    kita selalau damai kalau tidak ada yang membuat gara gara saya liat di tv tidak saya sebutkan namanya saya sangat kecewa bgt karenah dia menuduh aremania melempari warga di kediri padahal pada kenyataan nya tidak sama sekali saran aja bagi semua reporter atau wartawan kalau kasih berita sesuai dengan fakta atao ikut aja secara langsung dengan rombongan aremania biar tau secara jelas dan tidak dari kata kata orang lain

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm