Sriwijaya FC Sabet Gelar Ketiga Secara Beruntun
Solo – Tim berjuluk Laskar Wong Kito Sriwijaya FC Palembang akhirnya tampil sebagai juara di partai final Piala Indonesia 2010 usai membungkam Arema Indonesia 2-1 (0-0) yang dilangsungkan di Stadion Manahan Solo, Minggu (1/8) malam. Dua gol Sriwijaya FC dicetak oleh Keith Kayamba Gumbs menit 48 dan Pavel Solomin menit 79, sementara gol Arema dilesakkan oleh Muhammad Riduan pada menit ke 61. Pertandingan diwarnai kericuhan penonton sehingga mengakibatkan pertandingan di tunda hingga satu jam.
Arema Indonesia yang didukung puluhan ribu Aremania secara gegap gempita dan membahana menggelora di Stadion Manahan, membuat Arema tampl impresif di menit-menit awal laga. Serangan Arema ke jantung pertahanan Sriwijaya dimotori oleh Roman Camello dan Noh Alam Shah seringkali membahayakan gawang Ferry Rotinsulu. Namun malapetaka bagi Arema datang ketika pertandingan baru berjalan kurang dari 20 menit, yakni penyerang Noh Alam Shah harus diganjar kartu merah oleh wasit Jimmy Napitupulu usai mengganjal keras pemain Sriwijaya hingga terkapar.
Arema yang hanya bermain dengan 10 orang serta tanpa didukung bek tangguhnya Pierre Njanka, praktis dijadikan bulan-bulanan oleh para pemain Sriwijaya. duat penyerang Keith Kayamba dan Pavel Solomin seringkali mengancam gawang Arema yang dijaga Kurnia Mega. Namun karena ketatnya pertahanan Arema, sehingga mampu mengamankan gawang dari kebobolan. Hingga turun minum skor 0-0 tetap bertahan.
Pertandingan terpaksa dihentikan hingga satu jam karena Kapolda Jateng meminta wasit untuk diganti karena akan membuat emosi penonton yang dianggapnya terlalu kontroversial dalam memimpin pertandingan. Namun pertandingan dilanjutkan kembali setelah satu jam terhenti. Puluhan ribu Aremania yang menyesaki Stadion Manahan terperangah ketika menyaksikan tandukan kepala Keith Kayamba Gumbs berhasil mengoyak gawang Arema di menit 48 setelah menerima umpan dari sepak pojok, kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk Sriwijaya.
Usai kebobolan, Arema tampil bangkit untuk membalas ketertinggalan, upaya Arema berhasil pada menit ke 61, ketika legiun asingnya asal Singapura Muhammad Riduan sukses menceploskan bola ke gawang Sriwijaya memanfaatkan umpan silang. Kedudukan pun kembali imbang 1-1. Namun kembali Dewi Fortuna benar-benar memihak Sriwijaya, 10 menit menjelang bubar Pavel Solomin mampu mengecoh kiper Kurnia Mega dan diakhiri dengan gol yang dicetaknya sehingga membuat Sriwijaya kembali unggul 2-1.
Arema yang tak mau menyerah terus berusaha menggempur pertahanan Sriwijaya tetap tak mampu menaklukkan kuatnya pertahanan duat Charis Yulianto dan Precious. Hingga pada akhirnya Jimmy Napitupulu pun meniup peluti panjang tanda berakhirnya pertandingan membuat skor 2-1 untuk Sriwijaya bertahan, dan berhak menjuarai Piala Indonesia yang ketiga secara berturut-turut.
Di akhir pertandingan, pelatih Sriwijaya Rahmad Darmawan memberikan komentarnya bahwa ini hadiah untuk warga Palembang. “Hari ini sungguh luar biasa, gelar Piala Liga ketiga secara beruntun saya persembahkan. Ini hadiah dari saya untuk warga Palembang dan para pecinta Srwijaya FC,” ungkapnya.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
- Ibu Muda Jual Sabu-sabu Ditangkap d...
- LUIS Minta Densus 88 Perbaiki Tekni...
- UPTPK Sragen Belum Punya Kendaraan ...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Museum Samanhudi Diresmikan
- 3% Pelaku Ekonomi Adalah Konglomera...
- Napak Budaya Samanhudi, Puluhan Gun...
- Amir Ambyah: Banyak Koperasi di Sra...
- Libur Panjang, Terminal Wonogiri Se...
- 19 Mei, AkBer Solo Rayakan Ultah Pe...
- Pendaftar SMP RSBI Solo Membludak
- Klinik KB Mojolaban Terbaik Se-Jawa...
- Asah Kreativitas Anak Melalui Jari-...
- SMKN 2 Wonogiri Serius Rakit Truk M...


SMKN 2 Wonogiri Serius Rakit Truk M...
Purwantoro Masih Mengandalkan Indus...
Sendang Sinangka Saksi Bisu Perjuan...
Potret Wonogiri Terekam Dalam Pamer...
Pameran Produk Unggulan Wonogiri Di...
Kenakan Beskap, Bupati Wonogiri Lan...
Pangeran Sambernyowo Bagi Wonogiri ...