Final Piala Indonesia 2010

Sriwijaya FC Sabet Gelar Ketiga Secara Beruntun

Aryo Yusri Atmaja - Timlo.net
Senin, 2 Agustus 2010 | 02:17 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Aryo
Para pemain Sriwijaya merayakan gelar juara dengan mengangkat Piala Indonesia 2010.

Solo – Tim berjuluk Laskar Wong Kito Sriwijaya FC Palembang akhirnya tampil sebagai juara di partai final Piala Indonesia 2010 usai membungkam Arema Indonesia 2-1 (0-0) yang dilangsungkan di Stadion Manahan Solo, Minggu (1/8) malam. Dua gol Sriwijaya FC dicetak oleh Keith Kayamba Gumbs menit 48 dan Pavel Solomin menit 79, sementara gol Arema dilesakkan oleh Muhammad Riduan pada menit ke 61. Pertandingan diwarnai kericuhan penonton sehingga mengakibatkan pertandingan di tunda hingga satu jam.

Arema Indonesia yang didukung puluhan ribu Aremania secara gegap gempita dan membahana menggelora di Stadion Manahan, membuat Arema tampl impresif di menit-menit awal laga. Serangan Arema ke jantung pertahanan Sriwijaya dimotori oleh Roman Camello dan Noh Alam Shah seringkali membahayakan gawang Ferry Rotinsulu. Namun malapetaka bagi Arema datang ketika pertandingan baru berjalan kurang dari 20 menit, yakni penyerang Noh Alam Shah harus diganjar kartu merah oleh wasit Jimmy Napitupulu usai mengganjal keras pemain Sriwijaya hingga terkapar.

Arema yang hanya bermain dengan 10 orang serta tanpa didukung bek tangguhnya Pierre Njanka, praktis dijadikan bulan-bulanan oleh para pemain Sriwijaya. duat penyerang Keith Kayamba dan Pavel Solomin seringkali mengancam gawang Arema yang dijaga Kurnia Mega. Namun karena ketatnya pertahanan Arema, sehingga mampu mengamankan gawang dari kebobolan. Hingga turun minum skor 0-0 tetap bertahan.

Pertandingan terpaksa dihentikan hingga satu jam karena Kapolda Jateng meminta wasit untuk diganti karena akan membuat emosi penonton yang dianggapnya terlalu kontroversial dalam memimpin pertandingan. Namun pertandingan dilanjutkan kembali setelah satu jam terhenti. Puluhan ribu Aremania yang menyesaki Stadion Manahan terperangah ketika menyaksikan tandukan kepala Keith Kayamba Gumbs berhasil mengoyak gawang Arema di menit 48 setelah menerima umpan dari sepak pojok, kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk Sriwijaya.

Usai kebobolan, Arema tampil bangkit untuk membalas ketertinggalan, upaya Arema berhasil pada menit ke 61, ketika legiun asingnya asal Singapura Muhammad Riduan sukses menceploskan bola ke gawang Sriwijaya memanfaatkan umpan silang. Kedudukan pun kembali imbang 1-1. Namun kembali Dewi Fortuna benar-benar memihak Sriwijaya, 10 menit menjelang bubar Pavel Solomin mampu mengecoh kiper Kurnia Mega dan diakhiri dengan gol yang dicetaknya sehingga membuat Sriwijaya kembali unggul 2-1.

Arema yang tak mau menyerah terus berusaha menggempur pertahanan Sriwijaya tetap tak mampu menaklukkan kuatnya pertahanan duat Charis Yulianto dan Precious. Hingga pada akhirnya Jimmy Napitupulu pun meniup peluti panjang tanda berakhirnya pertandingan membuat skor 2-1 untuk Sriwijaya bertahan, dan berhak menjuarai Piala Indonesia yang ketiga secara berturut-turut.

Di akhir pertandingan, pelatih Sriwijaya Rahmad Darmawan memberikan komentarnya bahwa ini hadiah untuk warga Palembang. “Hari ini sungguh luar biasa, gelar Piala Liga ketiga secara beruntun saya persembahkan. Ini hadiah dari saya untuk warga Palembang dan para pecinta Srwijaya FC,” ungkapnya.

        

Berita Terkait

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. wajib diisi yang bertanda *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan JS 300×125